DEDI SUHARDI


WELL COME !

RANGKAIKAN KATA DI UJUNG PENA MENJADI SEBUAH MAHA KARYA .
CAMBUK HATI NURANI SEMUA PENGUASA.

LEBURKAN KETERPURUKAN DEMI PERUBAHAN ANAK BANGSA.

EMAIL :
redaksilangitsumatera@gmail.com
redaksikabarlangit@gmail.com
kesetrumlistrik@gmail.com
suhardi2@gmail.com

Rabu, 07 Maret 2012

“Narkoba Memang Sudah Menggurita”

GAN : H Kamaluddin Lubis SH
Tindakan Kapoldasu Irjen (Pol) Wisjnu Amat Sastro mencopot Wakil Direktur Reserse Narkoba AKBP Apriyanto Basuki Rahmat, mendapat tanggapan dari sejumlah kalangan. Salah satunya, Dewan Penyantun Gerakan Anti Narkoba (GAN) Indonesia, HM Kamaluddin Lubis SH. Berikut petikan wawancaranya dengan Zainul Arifin Siregar dan Dedi Suhardi dari FORUM.

Peredaran narkoba sudah begitu membias di semua lapisan, termasuk di institusi Polri. Bagaimana pandangan Anda?

Narkoba memang sudah menggurita. Mungkin kiasan ini cocok dilontarkan. Ya, aksi peredaran narkoba sudah sedemikian. Tidak bisa kita pungkiri memang, bukan hanya meracuni warga sipil, seperti sopir angkutan kota, kuli bangunan dan tukang becak saja, tapi sudah merambah pilot penerbangan. Bahkan, sampai di institusi Polri sendiri. Dari catatan Gerakan Anti Narkoba (GAN), sekarang ini sudah banyak sekali oknum aparat dari TNI dan Polri terjerumus dan masuk perangkap lingkaran bisnis haram ini. Ada jadi beking, pengedar malah jadi pecandu.

Sanksi apa yang pantas diberikan kepada oknum polisi yang terlibat narkoba?  

Perilakunya jelas-jelas memalukan lembaga serta institusinya. Oknum-oknum yang terlibat lingkaran bisnis haram, harusnya ditindak tegas. Berikan sanksi sesuai aturan yang berlaku. Disiplin, kode etik dan pidana umum hingga pemecatan.

Artinya, Anda mendukung pencopotan Wadir Narkoba Poldasu karena tuduhan terlibat narkoba.?

Ya sangat mendukung. Tindakan Kapoldasu itu sudah benar dan saya kira sudah melalui pertimbangan hukum yang tepat. Pencopotan itu hanya untuk memudahkan pemeriksaan. Bayangkan, sangat disesalkan seorang perwira menengah menjabat Wadir Narkoba yang bertugas memberantas narkoba justru malah terlibat kasus narkoba. Namun, keterlibatan Wadir itu masih perlu pembuktian. Jika benar dan terbukti, jelas-jelas dia telah memukul dan menampar lembaganya sendiri. Hal ini harus diberi sanksi, tidak hanya dicopot dari jabatannya. Pidana umum juga harus diberikan.

Bagaimana pandangan Anda melihat banyaknya oknum polisi terjerat narkoba?

Ini sungguh fenomenal. Mereka digaji dan dibiayai negara untuk memberantas narkoba, tapi malah turut berperan menyuburkan narkoba. Melihat gejala-gejala ini, pengawasan terhadap peredaran narkoba bukan hanya berada di institusi Polri semata, tapi juga semua pihak. Artinya, polisi juga perlu diawasi.

Sekarang ini GAN akan mengawasi proses hukum terhadap oknum-oknum polisi yang terlibat dugaan kasus narkoba, termasuk kasus yang mendera AKBP Apriyanto Basuki Rahmat. GAN tidak ingin proses hukum hanya berjalan kepada masyarakat sipil saja, melainkan berlaku untuk semua kalangan, termasuk aparat Polri.

Saat ini rakyat sudah sangat menjerit dan dihantui rasa ketakutan terhadap peredaran narkoba. Tapi, sangat disayangkan, masih ada sejumlah oknum polisi yang dengan sengaja terjun dan ambil bagian dalam peredaran narkoba guna meraup keuntungan semata.

Menurut Anda, tempat-tempat peredaran narkoba yang lazim melibatkan oknum polisi?

Diskotik dan tempat hiburan malam. Tempat itu bukan rahasia lagi menjadi sarang peredaran narkoba. Bahkan, ada trik baru dilakukan pihak pengelola tempat hiburan malam, para tamu berkunjung diperiksa dengan alasan dikawatirkan ada membawa narkoba. Tidak tahunya, ternyata di dalam tempat hiburan tersebut merupakan sarangnya narkoba. Dan pemeriksaan hanya sebuah kedok agar pengunjung belanja narkoba di tempat hiburan tersebut.

GAN sangat yakin jika benar-benar ada komitmen dalam pemberantasan narkoba, bisa dilakukan menekan peredarannya. Hal ini tidak bisa dilakukan oleh pihak penegak hukum saja, melainkan peran serta aktif dari masyarakat. Peran ini sangat sangat dibutuhkan untuk memberangus dan membabat peredaran narkoba tanpa memakai alasan (Sumber FORUM)